Bubur Sura Ala Keraton Kacirebonan

Bubur Sura Keraton Kacirebonan
Bubur Sura adalah bubur yang cuma ada setahun sekali, dan cuma ada di bulan sura atau bulan Muharram. Bubur ini memang beda dari bubur-bubur pada umumnya, ada sekitar 20 item bahan yang disajikan pada bubur beras ini, diantaranya ada santan kelapa, kemangi, kentang goreng/sambel kentang, abon, telor, bawang, cabe, tempe, tahu, dan beberapa bahan lainnya. 20 bahan itu menjadikan rasa bubur ini begitu unik tapi tetap lezat untuk dimakan.

Bubur sura merupakan tradisi yang ada di wilayah Cirebon. Bubur sura biasanya dibuat setiap tanggal 10 sura atau 10 muharram. Di Keraton Kacirebonan, bubur sura dibuat oleh para abdi dalem keraton. Dalam proses pembuatan bubur ini ada upacara adat yang dilakukan oleh pihak keraton. 

Menurut salah satu abdi dalem Keraton Kacirebonan yang mengikuti upacara adat ini, filosofi bubur sura ini di ambil dari kisah Nabi Nuh. Dimana pada saat itu Nabi Nuh dan pengikutnya dilanda bencana banjir besar dan kurang lebih selama 40 hari terombang-ambing berada di atas perahu, tentu persediaan pangan sangat menipis. Pada saat banjir surut, Nabi Nuh dan para pengikutnya turun dari kapal, kemudian Nabi Nuh membuat keputusan untuk mengolah bahan yang tersisa sedikit itu agar di campur-campur supaya bahan pangan yang sedikit tersebut cukup untuk di konsumsi orang banyak.

Itulah sepenggal cerita atau filosofi tentang bubur sura dari pandangan Keraton Kacirebonan. Jika pun ada filosofi atau cara pandang lain yang berbeda tentang bubur sura ini, jadikanlah ini ragam warisan budaya yang memupuk rasa persatuan dan kesatuan negeri ini. Karena bagaimanapun juga ini merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan.

Berikut saya tampilkan cuplikan video proses pembuatan bubur sura di Keraton Kacirebonan.


No comments:

Post a Comment