• Breaking News

    Pesona Kopi Kuningan, Kopi Gunung Aci dan Kopi Cibeureum

    Biji Kopi Gunung Aci dalam proses penjemuran
    Saya kaget pas ikut trip coffee on train kemarin di acara Ngopi Bareng KAI, dua barista yang nyeduh kopi di kereta Cirebon Ekspres (KA Cireks) ternyata bawa 2 jenis kopi asal kab. Kuningan, yaitu kopi Gunung Aci dan kopi Cibeureum. Gimana gak kaget, Gunung Aci adalah kampung halaman saya, lokasinya jauh di ujung selatan Kuningan yang berbatasan langsung dengan Kab. Ciamis. Butuh waktu 2-3 jam untuk menuju ke desa Gunung Aci, ditambah dengan jalur yang lumayan ekstrim, cocok buat ngetrail. 

    Meskipun sekarang ini saya tinggal di Cirebon, tapi kedua orang tua saya berasal dari desa Gunung Aci, Kec. Subang Kab. Kuningan. Selain bertani padi, warga disana pun banyak yang bertani kopi. Sodara saya pun ada yang jadi petani kopi, termasuk saya sendiri disuruh nanem kopi di kebun milik peninggalan bapa saya, tapi karena mengurus kebun kopi itu harus intensif, saya gak sanggup, dan akhirnya saya tanem pohon albasia yang lebih mudah mengurusnya, tapi mungkin lain waktu saya juga kepengen bertani kopi sendiri.

    Kopi kuningan ini termasuk jenis kopi robusta. Kopi Cibeureum berada di Desa Cibeureum, Kec. Linggarjati, ditanam dari ketinggian 600 Mdpl, sedangkan kopi Gunung Aci terletak di Desa Gunung Aci Kec. Subang, ditanam dari ketinggian 700-800 Mdpl. Meskipun sama-sama berasal dari kopi Kuningan, ada sedikit perbedaan antara Kopi Gunung Aci dengan Cibeureum. Panen kopi hanya setahun sekali,  biasanya di bulan juli-agustus. 

    Kopi Gunung Aci itu asamnya lebih berasa dibandingkan dengan kopi Cibeureum. Menurut Mas Taufik, barista Kampus Kopi Cirebon, Kopi dari kuningan ini mulai masuki kedai-kedai kopi di Cirebon tahun 2016 lalu, selain kopi Gunung Aci dan Cibeureum, adalagi kopi Cibunar. Mereka beli kopi kuningan tersebut langsung dari petani kopi, supaya para pemilik kedai atau barista ini tau kualitas kopi yang dibelinya tersebut. Satu bungkus kopi yang sudah siap seduh dijual seharga 75.000 rupiah, seperti gambar di samping ini.

    Memang sudah waktunya, kopi lokal dan kopi nusantara menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Jangan bangga kamu bisa ngopi di mall dan cafe dengan brand luar negeri, harga yang mahal, tapi kamu sendiri gak kenal dan gak tau rasanya kopi nusantara. Selain harganya yang bersahabat untuk semua kalangan, kopi nusantara juga rasanya begitu nikmat. Sangat disayangkan kalo ada kopi asli Indonesia, di ekspor keluar negeri, kemudian balik lagi ke Indonesia dengan brand kopi luar negeri.

    Ngopi Bareng KAI di Stasiun Cirebon kemarin saya beruntung ketemu langsung sama petani kopi Cibeureum, namanya Pak Komala, tapi biasa dipanggil Pak Kokom. Pak Kokom sengaja datang ke event Ngopi bareng KAI di Stasiun Cirebon ini karena selain bisa silaturahmi dengan para barista dan pengunjung pecinta kopi nusantara, juga bisa sharing, tau berbagai respon para pengunjung terhadap kopi nusantara ini. Tentu saja ini merupakan bahan evaluasi agar kualitas kopi nusantara ini bisa lebih baik lagi. Konsep event ini sangat bagus sekali, beliau berharap event seperti ini bisa di adakan kembali.

    Karena kopi Kuningan ini baru masuk ke pasar kopi nusantara, menurut Pak Kokom. Awal-awal mereka menargetkan pasar kepada para peminum kopi, bukan penikmat kopi karena menurutnya kalo penikmat kopi sudah jelas akan memilih kopi yang sudah dikenalnya. 

    No comments:

    Post a Comment