• Breaking News

    Tradisi Panjang Jimat Di Keraton Kacirebonan



    Sebetulnya saya sudah lama sekali pengen nulis tentang panjang jimat ini, tapi apalah daya saya baru sempat menulisnya sekarang. Panjang jimat merupakan salah satu tradisi yang paling dinanti masyarakat Cirebon, bahkan wisatawan luar daerah Cirebon. Kenapa? Karena panjang jimat merupakan salah satu tradisi yang bertepatan dengan momen hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, dan di Cirebon sendiri, tepatnya di area Alun-alun Keraton Kasepuhan sampai dengan Jl. Pulasaren yang merupakan letak dari Keraton Kacirebonan banyak sekali para pedagang layaknya pasar malam namun sangat padat dan ramai, mulai dari pedagang mainan, pakaian, aksesoris, makanan khas, martabak, tahu petis, sampai permainan ombak banyu dan korsel atau kemidi putar pun ada disini. Masyarakat Cirebon biasanya menyebutnya dengan muludan.

    Para pedagang meramaikan acara muludan selama 1 bulan, dan puncaknya yaitu pada malam panjang jimat, masyarakat Cirebon dari berbagai kalangan hampir memadati keraton-keraton yang ada di Cirebon, seperti Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, dan Keraton Kacirebonan. Kebetulan tahun 2018 lalu, saya mengikuti upacara prosesi panjang jimat di Keraton Kacirebonan. 

    Kalau kamu mau lihat prosesi panjang jimat secara lengkap dari awal hingga akhir, kamu harus datang ke keraton mulai dari pagi, melihat benda-benda pusaka keraton yang telah dibersihkan dengan ritual-ritual dan tradisi dari masing-masing keraton.

    Panjang jimat di Cirebon sebagai peringatan untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada 12 rabiul awal. Diharapkan kita semua meneladani apa yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, mampu menjaga lisan dan prilakunya.

    Di Keraton Kacirebonan, saya datang sebelum waktu isya agar dapat posisi yang pas untuk mengabadikan momen langka ini, jujur saya sendiri baru pertama kali datang dan mengikuti prosesi panjang jimat setelah berpuluh tahun saya penasaran dengan tradisi ini, Alhamdulillah saya dapat merekam panjang jimat ini secara eksklusif loh. Meski Cirebon sempat diguyur hujan deras, namun tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan prosesi panjang jimat yang ada di beberapa keraton. Panjang jimat di mulai jam 9 malam dibuka oleh Sultan Kacirebonan dengan memberikan sambutan awal.

    Beberapa saat kemudian, abdi dalam berbaju hijau keluar dari dalam keraton dengan membawa payung, kemudian satu persatu para abdi dalam yang memakai baju putih dengan membawa lilin dan benda-benda pusaka milik keraton yang dibungkus kain. Ada sekitar 20-30 abdi dalem yang membawa benda pusaka "panjang jimat" tersebut.

    Para abdi dalam selanjutnya menuju langgar (mushola) yang berada di samping Keraton Kacirebonan, tidak semua abdi dalam yang memakai seragam bisa masuk ke langgar, hanya abdi dalam yang diberi tanda tertentu yang bisa mengikuti prosesi panjang jimat sampai akhir, selain itu mereka hanya bisa melihat prosesi panjang jimat dari luar, dari balik selah-selah pagar langgar. Cuma saya sendiri, orang luar keraton yang bisa masuk ke dalam langgar, padahal saya hanya pakai jaket biasa, tapi yang tadi saya bilang kalau saya ini dpt momen eksklusif bisa mengikuti prosesi panjang jimat di dalam langgar.

    Benda pusaka panjang jimat yang dibawa puluhan abdi dalam tadi kemudian diletakan didalam langgar. Para abdi dalam membaca barjanzi, dan doa-doa yang dipimpin oleh imam. Tapi karena hari sudah cukup malam dan saya mulai ngantuk berat, akhirnya saya pamit untuk pulang terlebih dulu. Padahal prosesi panjang jimat belum selesai, namun apa daya, saya harus segera pulang. Semoga dilain waktu saya bisa mengikuti prosesi panjang jimat ini dari awal hingga akhir.

    Nah, ini cuplikan video yang saya buat pada malam prosesi panjang jimat pada 2018 lalu.


    1 komentar: